Senin, 24 Februari 2014

25 february 2014 ( Dibalik keindahanmu)

Gulungan ombak berlari keras
Menerpa dataran puncak
Merampas harta untuk kau miliki
Tak kusangka kau sekejam itu

Kau yang dulu lembut
Kini bangkit dengan amarahmu
Helusanmu yang halus
Diganti dengan tangan penyabut nyawa
Tidakkah kita sahabat?

Hari itu...
Ya, hari perpisahan untukku, kau, dan mereka
Hari dimana pintu kematian terbuka lebar
Sebenci itukah dirimu?

Seakan tiada maaf bagiku
Kau ambil semua yang dari padaku
Jeritan tangis bersama jutaan air mata
Adalah hadiah untukku
Sepahit inikah?

Jauh kedalam, hatimu tetap menyayangiku
Kau biarkan kuberlari... berlari mengapai mentari esok
Jiwaku masih tetap utuh tak tersentuh, kau menjaganya
Kubersyukur atas permulaan hidup yang kini bisa kunikmati
Bersama kasih-Mu...

Ini puisiku..
Kalau tak paham dengan puisi ini. Bisa dityak langsung ke aku :)

Salam *\^_^/*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar